Minggu, 15 Maret 2015

Tutorial Hijab Pasmina Simple Untuk Sehari-hari



Assalamualaikum ukhti......

Masih bingung mau pake model hijab seperti apa hari ini ? 
Yuk lihat beberapa turorial hijab simple dan menarik, cocok untuk digunakan oleh kamu yang suka dengan style hijab modern, untuk mempercantik penampilan dan menambah rasa percaya diri.
        Tutorial pertama

Tutorial by Annisa P Cempaka
  1. Gunakan jenis kerudung pasmina dengan bahan yang halus agar mudah untuk dibentuk dan di kreasikan, lalu kenakan pasmina sama sisi kiri dan kanan
  2. Gunakan inner jilbab ninja untuk merapikan rambut dan bagian leher agar tertutup
  3. Gunakan pentul disebelah pipi kanan agar pasmina terlihat rapi
  4. Ambil bagian pasmina sebelah kanan lalu tarik kesebelah kiri dan beri jarum pentul
  5. Ambil sisa pasmina yang menjuntai disibelah kiri lalu tarik keatas kepala bagian sisi kiri dan beri jarum pentul
  6. Rapikan.


                        Tutorial Kedua 

Tutorial By Irna Sofiana 


  1. Gunakan inner jilbab ninja 
  2. Kenakan pasmina dengan sisi sebelah kiri lebih pendek dibandingkan sebelah kanan
  3. Beri jarum pentul pada sisi sebelah kiri dan sebelah kanan agar pasmina tetap rapi
  4. tarik ke sebelah kiri bagian pasmina sebelah kanan sampai keatas kepala dan beri jarum pentul disebelah kanan
  5. Finish 

                                              





Tutorial Ketiga 

1. Untuk model ini boleh menggunakan inner jilbab ninja ataupun inner yang tidak menutup leher  2. Gunakan pasmina dengan sama sisi kiri dan kanan  3. Gunakan pentul deisebelah pipi kiri 4. Tarik bagian jilbab sebelah kiri keatas kepala lalu beri pentul 5. Tarik kebelakang bagian pasmina sebelah kanan sehingga pasmina berada disebelah kiri 6. Tarik pasmina tadi lilitkan kebagian belakang dan rapikan
Tutorial by Irma Resmawati

  1. Untuk model ini boleh menggunakan inner jilbab ninja atau yang tidak menutup leher 
  2. Gunakan pasmina dengan sama sisi kiri dan kanan
  3. Gunakan jarum pentul disebelah pipi kiri 
  4. Tarik bagian pasmina sebelah kiri keatas kepala lalu beri jarum pentul
  5. Bagian pasmina sebelah kanan tarik kebelakang, sehingga bagian pasmina berada disebelah kiri 
  6. Ambil  bagian pasmina tadi kesebalah kanan lalu lilitkan kebelakang dan beri jarum pentul.
Tutorial Keempat 


Tutorial By Annisa P Cempaka

  1. Gunakan inner jilbab ninja
  2. kenakan pasmina sama sisi bagian kiri dan kanan dan beri jarum pentul
  3. tarik bagian pasmina sebelah kiri kebagian kanan dan selipkan dibawah pasmina bagian kanan
  4. lilitkan bagian pasmina tadi kebelakang leher dan tarik sebelah kiri
  5. beri jarum pentul disisi bahu kiri dan rapikan.
Sekarang kamu siap tampil cantik dengan pasmina mu, selamat mencoba ukhti semoga bermanfaat :)
Wassalamualaikum wr, wb


/http://www.duniainspirasimuslimah.blogspot.com/


Jumat, 13 Maret 2015

Dilema Muslimah Saat Mendapat Haid Dilihat Dari Hukum Islam Dan Kesehatan


 Assalamualaikum warrahmatullahi wa barkaatuh,

          Ukhti pernah tidak kalian merasa dilema saat mendapat haid ?. Pasti ada yang penasaran nih tentang  bagaimana menjaga kebersihan tubuh saat mendapat haid. Di masyarakat kita banyak rumor yang beredar tentang larangan atau hal-hal yang tidak boleh kita lakukan saat haid, contohnya jangan memotong kuku dan jangan keramas atau mencukur rambut. Disini kita akan membahas bagaimana menjaga kebersihan tubuh saat haid menurut hukum islam dan tentunya dilihat dari segi kesehatannya.

Bismillahirahmanirrahim.. kita bahas satu persatu ya ukhti...

 Apakah boleh  memotong kuku dan rambut saat haid ?  

        Pertama kita lihat dari hukum islam, tidak ada riwayat untuk larangan memotong kuku ataupun mencukur rambut bagi wanita yang sedang haid dan tidak ada pula riwayat ataupun hadits yang menganjurkan wanita menyertakan atau membawa potongan kuku atau rambut yang sudah dipotong tersebut untuk dibawa saat mandi besar/ bersuci paska haid. 
 Dasar hukumnya adalah :
 1. Ibnu Hajar Al-Haitsami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj
 (تحفة المحتاج في شرح المنهاج) V/56 menyatakan: النص على أن الحائض تأخذها " انتهى يعني الظفر والعانة والإبط  

Artinya: Menurut nash madzhab Syafi'i, perempuan haid boleh memotong kuku, bulu kemaluan, dan bulu ketiak.

2. Disebutkan dalam hadis dari A’isyah, bahwa ketika Aisyah mengikuti haji bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, sesampainya di Mekkah beliau mengalami haid. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya,
…..دعي عمرتك وانقضي رأسك وامتشطي
“Tinggalkan umrahmu, lepas ikatan rambutmu dan ber-sisir-lah…” (HR. Bukhari 317 & Muslim 1211)
Menurut madzhab Syafi'i, perempuan haid boleh memotong kuku, bulu kemaluan, dan bulu ketiak.

3. Ibnu Taimiyah dalam Majmuk al-Fatawa (21/120) menyatakan: وما أعلم على كراهية إزالة شعر الجنب وظفره دليلا شرعيا

Artinya: saya tidak menemukan dalil syar'i atas makruhnya menghilangkan rambut dan memotong kuku bagi orang junub.

Ukti pasti pernah mendengar, jika ada orang yang memotong kuku atau rambutnya ketika belum selesai haid maka semua bagian tubuhnya ini akan menuntut pada pemiliknya di hari kiamat

Syaikhul Islam memberi jawaban

قد ثبت عن النبي صلى الله عليه و سلم من حديث حذيفة ومن حديث أبي هريرة رضي الله عنهما : أنه لما ذكر له الجنب فقال : إن المؤمن لا ينجس. وفي صحيح الحاكم : حيا ولا ميتا

“Terdapat hadis shahih dari Hudzifah dan Abu Hurairah radliallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang orang yang junub, kemudian beliau bersabda, ‘Sesungguhnya orang mukmin itu tidak najis.’ Dalam shahih Al-Hakim, ada tambahan, ‘Baik ketika hidup maupun ketika mati.’


 Al-Ghazzali dalam kitab Ihya’ Ulumiddin;

ولا ينبغي أن يحلق أو يقلم أو يستحد أو يخرج الدم أو يبين من نفسه جزءا وهو جنب إذ ترد إليه سائر أجزائه في الآخرة فيعود جنبا ويقال إن كل شعرة تطالبه بجنابتها 
إحياء علوم الدين (2/ 51)

“Tidak seyogyanya mencukur rambut, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, mengeluarkan darah, atau memisahkan anggota tubuh dalam keadaan Junub, karena seluruh anggota tubuh akan dikembalikan di akhirat, sehingga kembalinya dalam keadaan junub. Konon, setiap satu rambut kan menuntut hamba karena Janabahnya itu” (Ihya Ulumuddin, vol.2 hlm 51) 

            Maka keyakinan  ini adalah keyakinan yang tidak bisa dipegang. Kepercayaan ini tidak didasarkan pada riwayat yang shahih dan tidak dinyatakan dalam Al-Quran dan Assunnah baik secara eksplisit maupun implisit. Imam Al-Ghazzali sendiri mengutip statemen tersebut tanpa menjelaskan asal-usul riwayat berikut sanadnya.  Ibnu ‘Utsaimin dalam “Fatawa Nur ‘Ala Ad-Darbi” berpendapat bahwa larangan bersisir saat Haid, atau memotong kuku hanya dinyatakan dalam kitab-kitab Ahli Bid’ah seperti Muhammad Yusuf Al-Ibadhy dalam kitabnya “Syarhu An-Nail Wa Syifa’-u Al-‘Alil”.

Wa Allahu 'alam bishowab,,, 

Kedua, kita akan membahas pentingnya menjaga kebersihan saat hadi terutama kebersihan kuku dan rambut

    Allah sangat menyukai kebersihan karena kebersihan merupakan sebagian dari iman, biasanya kuku yang sudah panjang  rawan terkena kotoran terutama kuku jari-jari kaki. Kotoran yang masuk ke dalam kuku jari kaki biasanya lebih berbahaya daripada kotoran yang ada di kuku jari tangan. Hal ini karena kuku jari kaki kita lebih rentan kemasukan berbagai macam kuman yang berada di tanah. Kontak langsung antara kaki dan tanah membuat kuman dan penyakit lebih dengan sangat mudah masuk ke dalam tubuh. 

Dalam Syari’at Islam telah melarang memanjang kuku. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz rahimahullah menyatakan: “Memanjangkan kuku adalah menyelisihi ajaran As-Sunnah.

Dengan begitu menjaga kebersihan kuku ataupun rambut tetap harus dijaga ya ukhti, walupun dalam keadaan haid. Semoga uraian diatas bisa bermanfaat untuk kita semua. Aaaamin Yarabbal’Allamin .